copas dari milis

Tur Hijau – Kota Tua dengan Sepeda Onthel, 9 Mei 2010

Peta Hijau Jakarta, mengajak warga untuk tur hijau mengelilingi sebagian
dari kawasan Kota Tua ini, dengan mengendarai sepeda onthel, pada hari
Minggu, 9 Mei 2010. Berkumpul pukul 07.00 di Taman Fatahillah.

Biaya tur ini Rp 75.000,-/orang. Sudah termasuk sewa sepeda onthel, makan siang, tiket masuk.
Bagi yang membawa sepeda sendiri, maka biaya yang dikenakan hanya Rp 35.000,-/orang


Kota Tua di Jakarta makin lama menjadi ikon wisata yang menonjol. Masih
terpeliharanya beberapa bangunan tua peninggalan Belanda, menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga Kota Tua. Terlebih di kawasan Taman Fatahillah yang direnovasi dan sekarang sering menjadi ajang berbagai kegiatan, mulai dari pertunjukan, pembuatan film dll.

Namun wajah Kota Tua tidak hanya seputar Taman Fatahillah. Kota Tua tidak hanya tempat wisata, tetapi berbagai kegiatan perdagangan terjadi di kawasan ini. Mulai dari perdagangan antar pulau di Pelabuhan Sunda Kelapa sampai perdagangan eletronik di kawasan Glodok. Penghuninya pun beragam, mulai dari etnis Tionghoa, Arab, Bugis, Betawi, Jawa, dll. Permasalahan di kawasan ini pun cukup kompleks. Mulai dari sampah, sanitasi air, pemukiman padat, perdagangan illegal, sarana kesehatan dll.

Dari sini kita akan menyusuri
Pelabuhan Sunda Kelapa – Jembatan Intan/Kali Besar – kawasan Pekojan – Petak 9 – kembali ke Fatahillah

Pelabuhan Sunda Kelapa adalah pelabuhan kapal-kapal tradisonal yang digunakan dari jaman dahulu sampai sekarang. Di Kali Besar, kita akan menyaksikan peninggalan kota yang dibangun oleh Belanda, termasuk juga tata airnya. Pekojan, dulu dikenal sebagai kampung tempat tinggalnya etnik Arab.

Beberapa masjid tua berdiri di sini. Petak 9, adalah pemukiman etnik Tionghoa sejak dahulu yang mempunyai banyak vihara. Seiring dengan masuknya agama Kristen, terjadi percampuran budaya di sini. Salah satunya adalah Gereja Katolik yang berarsitektur Cina. Di sini kita juga akan melihat persoalan-persoalan pemukiman padat, seiring bertambahnya penduduk.

Semua perjalanan ini kita menggunakan sepeda onthel yang disewa dari bapak-bapak ojek. Bila kuat mengendarai sepeda sendiri, silakan. Tetapi boleh juga hanya membonceng para bapak ojek sepeda ini. Dengan mengendarai sepeda onthel ini, kita akan merasakan perlu jalur sepeda segera direalisasikan di Jakarta.

*Tertarik?*
Silakan daftar via email ke : ikka.wuwiwa@ gmail.com dengan menyertakan nama dan no ponsel.
Pendaftaran ditutup tanggal 7 Mei 2010 dan peserta dibatasi maksimal 30 orang saja.
Info lebih lanjut, sila telepon Peta Hijau Jakarta : 021 68465892

INFO & TIPS bagi Peserta Tur Peta Hijau
Apa yang perlu DIBAWA?

- Bawa BOTOL MINUM dari rumah, untuk kurangi sampah air kemasan. Panitia menyediakan air minum untuk isi ulang GRATIS!
- Topi & cengdem juga perlu dibawa untuk mengatasi terik matahari
- Kamera, nah kalau ini wajib untuk foto-foto narsis ;-)

NAIK APA ke Taman Fatahillah?
- Sebaiknya gunakan angkutan umum/ sepeda untuk kurangi polusi & macet.
- Museum Taman Fatahillah mudah dijangkau dengan menggunakan bus TransJakarta dan KRL Jabodetabek.
- Dgn *KRL Jabodetabek*, sila cek jadwal lengkapnya di *www.krlmania.com/jadwal*
- Dgn *Bis TransJakarta* di *www.suaratransjakarta.org/info-penumpang/peta*
- Bagi yang membawa kendaraan, parkirkan di tempat parkir yang ada di sepanjang koridor bus TransJakarta dan sambung dengan bis tersebut hingga Taman Fatahillah. Info tempat parkir bisa dilihat di: *http://www.suaratransjakarta.org/node/381*
- Jika ingin bawa mobil, sebaiknya gunakan 1 mobil beramai-ramai
- Bagi yang akan membawa kendaraan bermotor, perlu diperhatikan bahwa
jalan menuju Kota Tua biasanya MACET & RUANG PARKIR TERBATAS!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

penggemar jalan-jalan