copas dari milis

Plesiran Tempo Doeloe: Malang-Blitar-Kediri, 1-4 Juli 2010

SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE MALANG-BLITAR- KEDIRI

Koelilingin Malang Tempo Doeloe, tempat orang Belanda jang banjak doeit pegi tetirah di kota nan sedjoek, sambil menjantap Ijs Cream Toko Oen, jang tjoekoep bekend ni'mat ijs creamnja. (ntar sore-sore kita kongkow dah disini sambil mamam es krim :)

Kamis-Jumat-Sabtu-Minggu, 1-2-3-4 Juli 2010
(berangkat kamis) jam 05.30 pagi yah kumpul di Bandara Soekarno-Hatta 1B
(Naik Sriwijaya Air) (Naik Bus AC untuk koeliling semua itu)
(Rp.2.900.000/ orang (dua koma sembilan)


Bezoek koeboerannja Bung Karno, lantas koendjoengi roemah koetika si Bung masih ketjil, jang orang atjapkali seboet sebagi Istana Gebang, kamodian ke Museum Soekarno goena liet-liet collectie peninggalan Bapak Proklamator, saperti: koper besar jang biasa dibawa ke pendjara tatkala beliau ditangkep Belanda. Anak ketjil, anak sekolahan moesti tahoe perihal riwajatnja Bung Karno, apalagi kitaorang nanti plesirannja koetika liboer sekolah.

Lantas ke Monumen PETA (ataoe Pembela Tanah Air), pasoekan tentara soekarela dalem membela tanah air, jang dibentoek oleh tentera Nippon dengen maksoed soepaija bikin koeat angkatan bersendjata dari kaoem boemipoetra Indonesia oentoek lawan Sekoetoe (America, British, Dutch, Australia). Kita orang nantinja berfoto pake toestel di bawah Patung PETA jang tinggi dan gede, tentoe sadja djoega berfoto dibawah Patung Bung Karno pake jas poetih nampak parlente, besar djoega patoengnja di poesat kota. Nginepnya di Hotel Tugu Blitar, jang bagoes betoel, poela tjiamik! (3 malem cing di hotel keren gini dengan sarapan gaya koloniaal)

Dwi Cahyono, arkeolog jang tjakap, pinter, dan faham betoel perkara peninggalan djaman dahoeloe kala, akan nemenin kitaorang sembari bertjeloteh perkara tjandi-tjandi en artja-artja jang berada di sekitaran Malang-Blitar- Kediri, ada Tjandi Singosari, Tjandi Badut (duuuuh lucu dong!), Tjandi Panataran (jang djoega perna diliet oleh Raffles tatkala koeliling Djawa), Tjandi Sawentar, Tjandi Surawana, Tjandi Tigawangi. Nistjaja toean dan njonja bakalan seneng nantinja ditjeritain baaaanjak sekali riwajat bangoenan peninggalan keradjaan di masa silam oleh si achlinja, jang ditoetoerken setjara ringan dan santai poela menghiboer.

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jawa Timur
Kumpul di Bandara Soe-tta terminal 1B
KAMIS 1 Juli 2010 jam 05.30 subuh
Rp.2.900.000 per orang, sudah termasuk:
(tiket pesawat SRIWIJAYA pergi-pulang)
(airport tax di Jakarta dan juga di Malang)
(makanan dan minuman selama di plesiran)
(Bus AC yang adem selama keliling Jawa Timur)
(dipandu: Dwi Cahyono, arkeolog -ahli candi/arca)
(nginepnya di Hotel Tugu Sri Lestari Blitar 3 malam)
(kaos Plesiran Tempo Doeloe dan juga asuransi jiwa)
(Keliling Malang Tempo Doeloe, Blitar Tempo Doeloe,
Kediri Tempo Doeloe, mamam es krim Toko Oen, asik!
Makam Bung Karno, Museum Bung Karno, Rumah Bung
Karno saat muda, Patung Bung Karno, Monumen PETA,
Candi Singhasari, Surawana, Tiga Wangi, Badut, Jago,
Sawentar, Panataran, Goa Selomangleng, ke Museum
Erlangga, Museum Panataran, Taman Sekar Taji, dll)

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran, silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net. id (adep at cbn dot net dot id), lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek setor doeit. Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no: 0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.

(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut, kagak usah dikirim dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms) (Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693 MANDIRI: 101.000.4434. 088 atau BNI 46: 01.48.44.54. 65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!) (anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?) (semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:Rp. 2,9 juta/orang)

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -

Bole dibilang, plesiran ini waktoe, bikin kitaorang djadi pinter dan djago bertjeloteh perihal riwajatnja pendiri negeri ini, ia itoe: Bung Karno, dan djoega kisah tentang berbagi matjem tjandi poela artja jang berserakan diantero Djawa-Wetan (Timoer) jang ditjeritaken dengen penoeh informatie, baek jang serieus maoepoen goejonan kerna ditoetoerken setjara santai oleh achlinja, dalem programma jang keren abis: PLESIRAN TEMPO DOELOE: Malang-Blitar- Kediri sedari hari Kamis 1 Juli 2010 sampe Minggu 4 Juli 2010, 4 hari penuh pengetahuan.

Melantjong ke Java bilangan Oost (east), jang sala satoenja adalah ke Koeboerannja Bung Karno, soenggoe briken mangpa'at jang besar boeat kitaorang peneroes bangsa soepaija senantiasa mengenal djati diri bangsa. Blitar adalah satoe kota jang ametlah bersedjarah, poenja banjak tjeritera interessant (interesting) sebagi tida tjoema kota masa moeda Bung Karno, namoen perdjoeangan (poela pemberontakan) tentera kaoem boemipoetra jang diseboet PETA (Pembela Tanah Air), jang kata orang soeda bole bikin semapoet/linjap Supriyadi, hingga chabar sosoknja tiada jang tahoe dimana ia sekarang.

Roemah Bung Karno jang pendoedoek setempat biasanja seboet sebagi: Istana Gebang, sampe hari ini masih diselimoeti kontroversi kerna banjak jang bilang bahoea itoe roemah adalah tempat kenangan masa ketjil Bung Karno, namoen djikaloe dikoetip dari boekoenja jang bertadjoek: "Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia" jang ditoelis oleh Cindy Adams, Bung Karno hampir tida perna menjinggoeng itoe roemah, dan beliau lebih banjak bertjeritera perihal kenangan masa ketjilnja di Soerabaia, Modjokerto, roemah neneknja di Toeloeng Agoeng. Orang toea Bung Karno, sedari moela menetap di roemah dinasnja jang pernahnja di bagian paling kulon (barat) dari tiga roemah jang terletak di sisi kiri halaman daripada sekolahan dan menghadep ke lor (utara), (atau sekarang adanya di samping timur Kantor Dinas Pendidikan Daerah Kota Blitar). Di itoe roemah, tatkala si Bung habisken waktoe berliboer koetika dateng ke Blitar, goena ambil oewang sakoe.

R.Soekeni Sosrodihardjo & Njoman Rai Srimen, ajahanda & iboenda Bung Karno soeda bikin banjak sekali andeel jang loear biasa bagi poetranja, hingga marika soedi keloear- ken biaja jang tida sedikit oentoek keperloean beladjar Bung Karno di Technische Hoge School (THS) di Bandoeng, kerna pada tempo itoe, Bung blon poenja pekerdja'an dan ia soeda menikah dengan Oetami Tjokroaminoto (poetri H.O.S Tjokroaminoto) , lantas membojong istrinja ke Preanger (Priangan). Kasempatan oentoek beli roemah "Istana Gebang" moentjoel mendjelang sang ajah pension, berkat dorongan Pak Kartowibowo rekan seperdjoangannja dalem mendiriken Yayasan pendidikan "Mardisiswo" (jang di- berdiriken oleh empat serangkai: R.Soekeni Sosrodihardjo, R.Kartowibowo, R.Miyarso dan R.Sosrosudirdjo dengan adaken Sekolah Dasar berbahasa Belanda diperoentoeken bagi kalangan boemipoetra, ia itoe Hollands Indische School Partikelir/HIS. P, sekarang: SD Kepanjenlor II). Roemah "Istana Gebang" itoe bekas milik Belanda jang telah dibeli oleh Pak Kartowibowo di tahon tigapoeloehan dengan tjara memindjem doeit dari Bank.

Oleh Pak Poegoeh jang saat itoe soedah bercerai dengan kakak perempoeannja si Bung, Soekarmini, tetapi masih berhoeboengan baek, tanah itoe dibajar, selaen melandjoetken tjitjilannja ke bank, jang ditanggoeng bersama oleh kedoea orang, mertoea dan mantan menantoenja. Menoeroet Mas Bambang Tutuko Poegoeh (cucu dari anaknja Pak Poegoeh jang bernama Hari Poegoeh), pengoperan kepemilikan roemah itoe berlangsoeng sekitaran tahon 1936, jang itoe artinja: Bung Karno sudah di pemboeangan di Ende, Nusa Tenggara.

Pada tahon 1943, roemah itu dipake oleh Soekarmini dengan Wardojo (soeami kadoeanja) dan poetra-poetri dari Pak Poegoeh, sedangken ajahanda & iboenda Bung Karno menetap di Djakarta, tepatnja di Jl.Pegangsaan Timoer no.56, bersama Bung Karno dan Fatmawati. Djadi, ada jang bilang bahoewa itoe roema tiada hoeboengannja dengan roemah tempat lahirnja Bung Karno (karena beliau lahir di Soerabaia), maoepoen kenangan masa ketjilnja.

Namoen boekan berarti itoe roema tida memiliki peran penting, djoestroe pada soewatoe peristiwa penting terdjadi di itoe roemah, jakni koetika Bung Karno jang bertjakap-tjakap dan hendak sampaiken maksoed dan poela toedjoean kepada Sodancho Supriyadi perihal Perlawanan Tentera PETA (Pembela Tanah Air), saperti jang tertoelis dalem koetipan ini: "Dalam bulan Pebruari, meletuslah pemberontakan bersendjata di asrama PETA di Blitar".

"Apa jang tidak diketahui orang sampai sekarang ialah bahwa Soekarno sendiri tersangkut dalam pemberontakan ini. Bagi orang Djepang maka pemberontakan PETA merupakan suatu peristiwa jang tidak diduga sama sekali. Akan tetapi bagi Soekarno tidak. Aku telah menge- tahui sebelumnya. Ingatlah bahwa rumahku di Blitar. Orang tuaku tinggal di Blitar. Pada waktu aku berkundjung pada orang tuaku ke Blitar (waktu itu beriringan dengan meninggalnya si ayah Bung Karno yang dimakamkan di Jakarta dan diboyongnya ibunya Idayu Nyoman Rai Srimen oleh Pak Wardoyo kembali ke Blitar), beberapa orang perwira PETA datang kepadaku. Para perwira ini mempersoalkan maksud mereka hendak mengadakan pemberontakan. "Kami baru mulai merenca- nakan." Mereka menyampaikan dengan kepercayaan penuh. "Akan tetapi kami ingin mengetahui pendapat Bung Karno sendiri." Ach, nanti kita berfoto deh di bawah Monumen PETA jang tinggi, besar, gagah, penoeh semangat berperang, dan djoega di Patung Bung Karno parlente pake jas.

Koeliling tjandi-tjandi dan artja-artja di bilangan Djawa-Wetan blon compleet kaloe-kaloe tiada ditjeritaken riwajatnja oleh Dwi Cahyono, "sang artja berdjalan" :) kerna diaorang faham betoel segala matjem tjandi dan artja beserta riwajat legenda dan ritoealnja jang ditoetoerken dengan tjara nan ringan, saderhana, renjah, goerih, serta bikin orang awam matjam kita-kita tida soelit oentoek mentjerna apa jang disampeiken walopoen moengkin doenia perwajangan/ keradjaan di Djawa tempo-tempo (kadang-kadang) bikin otak ngedjelimet tatkala kitaorang beladjar di kelas.

Adapoen sisa peninggalan keradjaan Djawa masa laloe jang aken didjelasken diantaranja adalah: Tjandi Jajaghu (Jago), jang dalem naskah Kertagama meroepaken tempat perdarmaan dari Wisnu warddhana, dibangoen pada masa Singhasari (Singosari), lantas direnovatie koetika masa Hajam Wuruk. Itoe tjandi ada meroepaken tjontoh typikal tjandi khas Jawa Timuran dengan bentoeknja poenden beroendak, namoen toeboeh dan atapnja soeda roentoeh, tetapi kitaorang nantinja di- kasih tahoe oleh Pak Dwi tentang bagimana kira-kira kemoengkinan bentoeknja di djaman doeloe. Itoe tjandi berlatar belakang Hindu-Budha, dan kaja akan relief, tak ada sedjengkal dinding tjandi itoe jang zonder (tanpa) relief. Djoega dikisahkan tentang kahidoepan kelak di neraka (hiiiyy) jang dipahat sedemikian roepa, lantas kisah Aridhamma (kini Anglingdarmo) , Partayajna (Arjuna bermaen djoedi, maen dadoe dan kalah, lantas Arjuna bertapa, dan perdjalananan bertapa menoedjoe Indra Kila Arjuna Wiwaha, Kesnayana, lantas bagaimana kaitan tjandi itoe dengan Goenoeng Mahameroe.

Adoeh, tentang pendjelasan tjandi-tjandi dan artja-artja, oentoek detailnja ntar aja deh langsoeng di locatie, kerna soenggoe soelit mengoengkapkennja di toelisan ini, lebi baek Pak Dwi jang tjeritera langsoeng kepada toean-toean dan njonja-njonja tatkala kitaorang samperin itoe tjandi-tjandi dan artja-artja. Pak Dwi akan bertjeloteh tentang Tjandi Singhasari (Singosari), sala satoe perdarmaan (arwah radja jang dipoedja sebagi dewa). Ini tjandi poenja keuniekan arsitektural. Lantas ada doea sosok raksasa besar, Dwarapala, sang pendjaga menoedjoe Tjandi Singhosari (doeloe ada 9 tjandi). Kamodian ada Tjandi Badoet, tjandi paling toea di Jawa Timur peninggalan Keradjaan Kandjoeroean (sekarang jadi nama Stadion di Malang) masa pemerentahan Gajayana, itoe adalah seboeah tjandi ketjil, jang berlokasi di Jawa Timur. namoen berlanggam architectuur Jawa Tengah (ah uniek sekali). Ada lagi Tjandi Palah (Panataran) jang loeas, memaboekkan kerna banjak sekali matjam-matjamnja, lantas ke Tjandi Tiga Wangi, Tjandi Surawana, Tjandi Wentar (Lawang Wentar), dan laen sebaginja.

Soeda doeloe jah tentang tjandi-tjandi dan artja-artja, kerana saia boekan saorang arkeoloog, ntar koewatir keliroe dalem mendjelasken, mendingan nanti diterangkan langsoeng oleh achlinja, soepaija informatienja accurat dan tida bias, sebab-sebab jang mendjelaskan di reclame ini koerang faham :)

Bangoenan Indies banjak sekali dapet kitaorang liet di kota Malang, Blitar, Kediri. Langgam Europa dipadoekan dengan locaal menghasilken bentoek roemah ataoe gedong jang menawan dan tjiamik. Djangan loepa oentoek bawa toestel, berpakaean jang netjis poela, kerana aken nampak bagoes, tatkala berfoto dengan latar belakang bangoenan-bangoenan peninggalan Koloniaal Belanda itoe, apalagi kitaorang aken tjijipi ijs cream (es krim) bekend sedari djaman doeloe di Toko Oen Malang, dan nanti menginepnja di Hotel Tugu Sri Lestari Blitar (tapi boekan di Sang Fajar Suite jah, kerna itoe tariffnja Rp.2,7 juta/malem, kaloe-kaloe toean-njonja mahoe berfoto disitoe bole-bole sadja).

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega ke email: adep@cbn.net. id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693 BCA cab Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net. id (doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman) Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34. 088: ADE HARDIKA PURNAMA dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA (oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/ transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja = Rp.2.900.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.2.900.018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.2.900.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagai no. urut. okeh bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari ya! Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak begini: 18. Onky Alexander 19. Meriem Bellina 20. Btari Karlinda Transfernya bisa sekaligus = Rp.8.700.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi nomer urut jangan dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.8.700.057) , JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya malahan mbikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :) Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.2.900.018, Rp.2.900.019 dan Rp.2.900.020, atau misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yg jauh dari rombongan Anda tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung :) makasih yah makasih. Memoedjiken dengen hormat, Ade Purnama (Adep) SAHABAT MUSEUM Jakarta-Indonesia 0818 94 96 82 (sebagian soember informatie dikoetip dari: http://cahdjengkol.multiply.com trimakasih) PLESIRAN TEMPO DOELOE koeliling Malang-Blitar- Kediri Kamis-Djoemahat- Saptoe-Minggoe: 1-2-3-4 Juli 2010 Hari 1 - KAMIS 1 Juli 2010 05.30 - 06.00: Berkumpul di Terminal 1B ya 06.00 - 07.00: Siap-Siap Boarding Pesawat 07.00 - 08.00: Pesawat terbang ke Malang 08.00 - 08.30: Beres-beres bagasi di Malang 08.30 - 09.00: Berangkat ke Candi Jago 09.00 - 10.00: Keliling Candi Jago (Jajaghu) 10.00 - 11.00: Berangkat Candi Singosari & Drawapala 11.00 - 12.00: Keliling Candi Singosari & Drawapala 12.00 - 12.30: Berangkat ke Pusat Kota Malang 12.30 - 13.30: Makan Siang di Pusat Kota Malang 13.30 - 13.45: Berangkat ke Malang Tempo Doeloe 13.45 - 14.15: Keliling Malang Tempo Doeloe 14.14 - 14.45: Berangkat ke Toko Oen 14.45 - 15.15: Makan Es Krim di Toko Oen 15.15 - 15.30: Berangkat ke Jl.Ijen 15.30 - 16.15: Keliling seputaran Jl.Ijen 16.15 - 16.30: Berangkat ke Alun-Alun 16.30 - 17.15: Keliling Alun-Alun 17.15 - 17.30: Berangkat ke Alun-Alun Bunder 17.30 - 18.00: Keliling Alun-Alun Bunder 18.00 - 19.00: Makan Malam di Malang 19.00 - 21.00: Berangkat ke Blitar 21.00 - 21.30: Check In Hotel Tugu Blitar 21.30 - 22.00: Istirahat di Hotel Tugu Blitar Hari 2 - Jumat 2 Juli 2010 06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Tugu Blitar 08.00 - 08.15: Berangkat ke Blitar Tempo Doeloe 08.15 - 09.15: keliling Blitar Tempo Doeloe 09.15 - 09.30: Berangkat ke Makam Bung Karno 09.30 - 10.30: Keliling Makam Bung Karno 10.30 - 11.00: Berangkat ke Rumah Bung Karno 11.00 - 11.45: Keliling Rumah Bung Karno 11.45 - 12.00: Berangkat ke Mesjid, Jumatan 12.00 - 13.30: Makan Siang (setelah Jumatan) 13.30 - 14.00: Berangkat ke Candi Panataran 14.00 - 14.45: Keliling Museum Panataran 14.45 - 15.00: Berangkat ke Candi Panataran 15.00 - 16.30: Keliling Candi Panataran 16.30 - 17.00: Berangkat ke Hotel Tugu Blitar 17.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Tugu Blitar 19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam di Blitar 19.30 - 20.30: Makan Malam di Blitar 20.30 - 21.00: Berangkat ke Hotel Tugu Blitar 21.00 - 22.00: Pintong Blitar (Pindah Tongkrongan? ) Hari 3 - Sabtu 3 Juli 2010 06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Tugu Blitar 08.00 - 09.30: Berangkat ke Kediri 09.30 - 11.00: Keliling Goa & Museum Erlangga 11.00 - 11.15: Berangkat ke Taman Sekar Taji 11.15 - 12.00: Keliling Taman Sekar Taji 12.00 - 12.30: Berangkat Makan Siang di Kediri 12.30 - 13.30: Makan Siang di Kediri 13.30 - 14.30: Berangkat ke Candi Surowono 14.30 - 15.30: Keliling ke Candi Surowono 15.30 - 15.45: Berangkat ke Tiga Wangi 15.45 - 16.30: Keliling Candi Tiga Wangi 16.30 - 17.30: Berangkat ke Kediri 17.30 - 18.00: Keliling Daha, Kediri 18.00 - 19.00: Makan Malam di Kediri 19.00 - 20.00: Berangkat ke Blitar 20.00 - 22.00: Pintong Blitar (Pindah Tongkrongan? ) Hari 4 - Minggu 4 Juli 2010 06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Tugu Blitar 08.00 - 08.45: Berangkat ke Candi Sawentar 08.45 - 09.30: Keliling Candi Sawentar 09.30 - 11.30: Berangkat ke Candi Badut 11.30 - 12.00: Keliling Candi Badut 12.00 - 12.30: Berangkat Makan Siang 12.30 - 13.30: Makan Siang di Malang 13.30 - 14.00: Berangkat ke Bandara Malang 14.00 - 15.00: Siap-Siap Boarding Pesawat 15.00 - 16.00: Pesawat terbang ke Jakarta 16.00 - 16.30: Tiba di Jakarta, beres2 bagasi 16.30 - 17.00: Good Bye & See You at Next PTD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

penggemar jalan-jalan