copas dari milis

Wisata Kapal Perang TNI AL Surabaya ala Backpacker, 16-18 Juli 2010

wikimu.com Surabaya mengadakan wisata untuk datang langsung ke jantung pertahanan Angkatan Laut kita, di Pangkalan TNI AL Tanjung Perak, Surabaya, 17 Juli mendatang.
Tanjung Perak adalah pusat komando Armada RI untuk kawasan Timur. Surabaya juga menjadi tempat untuk menggembleng taruna-taruna laut, agar berdiri tegak menjaga kedaulatan laut RI. Di pangkalan ini rencananya kita akan mengunjungi 2 jenis kapal perang (tentatif, tergantung kebijakan dari pihak TNI AL) dan monumen Jalesveva Jayamahe.

Biaya Rp 60.000,00/orang (makan siang, transportasi).
Gimana berminat untuk gabung ?


Beberapa rekan dari Jakarta yang bergabung ada dua Opsi :
1. langsung menuju ke Surabaya, kumpul di Taman Bungkul jl Raya Darmo pukul 09.00 WIB tepat.
2. Opsi kedua adalah bareng-bareng berangkat ke Surabaya dari Jakarta menggunakan kereta ekonomi. Ini perjalanan ala backpacker, tidak hanya ke pangkalan TNI AL, tapi juga eksplorasi kota Surabaya. Untuk lebih jelasnya bisa lihat di itenerary yang sudah kami coba buatkan. Quota Perjalanan ala backpacker ini untuk 10 Orang.

Buat teman-teman yang mau ikut opsi kedua, silakan reply email ini ke Rizky@3finnovations.com atau hubungi 085810178966 dengan menyebut nama, jumlah orang dan no ponsel. Terakhir pendaftaran tgl 12 Juli 2010.
Email balasan dari anda akan direply dengan no Rekening untuk mentransfer biaya tiket kereta ekonomi PP, penginapan 1 malam, dan biaya wisata kapal Perang. Rp. 210.000,-


salam, M. Ikmart Rizky
rizky@3finnovations.com


ITINERARY PERJALANAN
Jumat 16 Juli,
15.00 – 15.30 Kumpul Di Stasiun Senen, Kenalan Sesama Peserta yang berangkat bareng
15.30 – 06.00 Perjalanan Di Kereta Menuju Surabaya. Kereta ( ekonomi ) kalau lihat disitus kereta Api biayanya adalah 47 rb

Sabtu 17 Juli,
06.00 – 07.30 Bersih – Bersih Dan sarapan pagi ( biaya masing – Masing )
07.30 – 08.30 Mengunjungi masjid Cheng Ho
Pada abad ke-15 di masa Dinasti Ming (1368-1643) orang-orang Tionghoa dari Yunna mulai berdatangan menyebarkan Agama Islam, terutama di Pulau Jawa. Tak dapat disangkal bahwa laksamana Cheng Hoo alias Sam Poo Kong alias Pompu Awang pada tahun 1410 dan tahun 1416 dengan armada yang dipimpinnya mendarat di pantai Si ongan, Semarang. Selain menjadi utusan Kaisar Yung Lo untuk mengunjungi Raja Majapahit, ia juga bertujuan menyebarkan Agama Islam. Berkaitan dengan sejarah tersebut, dibangun masjid dengan arsitektur khas Tiongkok, di areal komplek Gedung Serba Guna PITI (Pembina Imam Tauhid Islam) Jawa timur Jl. Gading No.2 (Belakang TMP Kusuma Bangsa) yang diberi nama “Masjid Muhammad Cheng Hoo”. Luasnya 231 m², berkapasitas 200 orang. Bangunan utama seluas m².

Artikel dan foto bisa dilihat di : http://evy900.multiply.com/photos/album/37/Mengunjungi_Cina_dan_Thailand_dalam_1_hari_-_1_Juli_2006

08.30 - 09.30 Ke meet point wisata kapal perang di Taman Bungkul jl Raya Darmo
Salah satu tempat rekreasi yang tidak pernah 'tidur' di kota Surabaya adalah Taman Bungkul. Di lokasi tersebut, terdapat beraneka mainan untuk anak-anak hingga makanan khas Suroboyoan. Taman Bungkul Surabaya dikatakan tidak pernah 'tidur' karena di lokasi tersebut adalah gratis mulai pagi hingga pagi hari berikutnya tidak pernah berhenti ada saja orang di lokasi tersebut. Pagi hari, umumnya di lokasi tersebut dipergunakan untuk senam dan berolahraga.

Artikel taman Bungkul lainnya bisa dibaca di http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=5604 dan http://www.wijanarko.net/2010/07/nyantai-di-taman-bungkul-surabaya.html

09.30 - 14.00 Wisata Kapal Perang + Lunch
Di pangkalan ini rencananya kita akan mengunjungi 2 jenis kapal perang (tentatif, tergantung kebijakan dari pihak TNI AL) dan monumen Jalesveva Jayamahe.
Monumen ini berbentuk patung setinggi 30,6 meter yang ditopang oleh Gedung setinggi 30 meter. Patung ini menggambarkan seorang Perwira TNI Angkatan Laut lengkap dengan pedang kehormatannya berdiri tegak menatap ke arah laut dengan penuh keyakinan dan kesungguhan siap menerjang ombak dan menempuh badai menuju arah yang telah ditunjukkan yaitu cita-cita bangsa Indonesia. Makna lain dari sosok patung ini adalah sebagai tanda kesiapan estapet pengabdian dari generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan gedung penopangnya berfungsi sebagai Museum TNI AL dan ruang pertemuan eksekutif. Monumen yang dibangun atas inisiatif Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada waktu itu, Laksamana TNI Muhamad Arifin dan dirancang oleh Nyoman Nuarta tersebut dapat berfungsi pula sebagai menara Lampu Pemandu (Mercu Suar) bagi kapal-kapal yang berlayar di sekitarnya.

14.00 - 14.30 Perjalanan ke Museum Santet
14.30 – 16.00 Wisata ke Museum Santet (kalo buka), alternative Kota Tua Surabaya
Museum Kesehatan yang berlokasi di Jl. Indrapura 17 Surabaya. Ya, di museum yang kerap disebut orang sebagai museum santet ini, cukup menyediakan catatan ilmiah dari hasil penelitian bidang kesehatan yang berkembang di tanah jamrud katulistiwa ini. Di salah satu ruang pamernya, terdapat etalase khusus yang menyimpan segala hal menyangkut santet. Ada alat santet berbentuk mangkok gerabah dan boneka orang dengan perut tertancap paku. Ada telor busuk, rambut, benang, dan banyak lagi. “Alat santet itu kita dapatkan dari dukun santet asli. Sedangkan yang ada di sekitarnya adalah barang-barang yang berhasil di keluarkan dari tubuh orang yang terkena santet,” jelas Mubaroch, Kepala Subbid Jaringan Informasi dan Perpustakaan Puslitbang Sisjakkes (Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan). Artikel dan foto lainnya bisa dilihat di http://www.wijanarko.net/2010/02/museum-kesehatan-dr-adhyatma-mph.html atau http://www.wijanarko.net/2010/06/menelusuri-kota-tua-surabaya-surabaya.html

16.00 – 16.30 Perjalanan Ke Kapal Selam
16.30 – 18.00 Museum Kapal Selam – sebelah Delta Mal Surabaya
Kapal selam yang berada di tepi Kalimas ini bernama KRI Pasopati 410. Kapal ini berjenis SS tipe Whiskey Class yang dibuat pada tahun 1952 di Rusia dan mulai digunakan oleh TNI Angkatan Laut pada 15 Desember 1962. KRI Pasopati memiliki panjang 76 meter dan lebar 6,30 meter, kecepatan maksimum di atas permukaan laut kapal ini adalah 18,3 knot, sedangkan kecepatan maksimal di bawah permukaan laut adalah 13,5 knot. Artikel dan foto lainnya bisa dilihat di http://www.wijanarko.net/2010/02/museum-kapal-selam.html

18.00 - 19.00 Check in hotel, Wisata Kuliner Malam Surabaya dan membeli oleh - oleh

Minggu 18 Juli,
05.00 - 07.00 Bersih - bersih dan sarapan
07.00 – 08.00 Perjalanan ke Pura Jagad Karana
08.00 – 09.00 Pura Jagad Karana
Pura Jagad Karana berada di jalan Gresik-Surabaya. Pura Jagad Karana ramai dikunjungi oleh umat Hindu umumnya pada hari sabtu malam, Galungan, Kuningan, Nyepi, Saraswati dan lain sebagainya. Bentuk Pura Jagad Karana ini dikelilingi oleh benteng yang cukup tinggi. Dan Pura Jagad Karana dibangun diatas tanah lapang dimana tanah sekitarnya telah dipaving sebagai tempat ibadah umat Hindu.
Foto – foto bisa dilihat di http://eastjava.com/blog/2009/07/09/surabaya-jagat-karana-temple/

09.00 – 09.30 Perjalanan Ke House of sampurna
09.30 – 12.00 House of sampurna
Museum House of Sampoerna pasti menawarkan pengalaman menarik bagi para pengunjungnya. Kisah keluarga pendiri Sampoerna dikemas dalam berbagai foto dengan sentuhan ornamen klasik tempo dulu, lengkap dengan fasilitas yang digunakan dalam produksi rokok saat masih menggunakan peralatan tradisional. Didalam museum ini anda bisa menemukan berbagai macam jenis-jenis tembakau dan cengkeh serta cara pemrosesannya, mulai dari pencampuran, hand-rolling dan pengemasan, pencetakan, sampai pemolesan akhir sebelum rokok-rokok tersebut dipasarkan ke konsumen. Tak hanya itu, benda-benda langka seperti sepeda 'unta', meja, kursi, lemari, dan lampu kuno, telepon model zaman dulu, sepeda motor unik, oven tradisional Sumbawa, peralatan drum band dan marching band lengkap dengan seragamnya, tiruan warung tradisional, brankas model kolonial Belanda, dan lain-lain juga bisa anda jumpai disini.
Artikel lainnya bisa dilihat di http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=12730

12.00 – 13.00 Makan Siang
13.00 - 14.00 Perjalanan Ke Gereja Katholik Santa Perawan Maria
14.00 – 15.00 Gereja Katholik Santa Perawan Maria
Bentuk bangunannya yang artistik dan bergaya ghotik merupakan perpaduan arsitektur yang sangat menarik dan unik dikalangan arsitektur bangunan. Gereja Katholik kelahiran Santa Perawan Maria merupakan gereja yang cukup tua di kota Surabaya.Sebelum dibangunnya Gereja Katholik kelahiran Santa Perawan Maria ini, sudah dibangun sebuah Gereja Katholik pertama di Surabaya bergaya Eropa yang terletak dipojok jalan Kepanjen dan Kebonrojo. Pada awalnya dua orang pastor pada tanggal 12 Juli 1810, Hendricus Waanders dan Phillipus Wedding datang dari Belanda dengan kapal ke Surabaya. Yang kemudian Pastor Wedding pergi ke Batavia. Dan Pastor Waanders menetap di Surabaya.Pastor Waanders sering mengaadakan misa untuk umat Katholik di Surabaya. Yang kemudian dari hari ke hari jumlah jema'at Katholik semakin bertambah yang kemudian membuat umat Katholik berencana membangun sebuah gereja katholik.
Artikel dan foto lainnya bisa dilihat di : http://atanck.blogspot.com/2009/08/surabaya-gereja-katolik-kelahiran-santa.html

15.00 - 15.30 Ke stasiun
15.30 - 06.00 Perjalanan pulang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

penggemar jalan-jalan